POST AMBON – Seorang warga Desa Waesili, Kecamatan Waesama, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Temuan ini memicu kepanikan dan mendorong desakan terhadap penegakan hukum yang lebih cepat.
Sebuah kejahatan yang mengguncang jiwa kembali terjadi di Bumi Namrole. Gafar Wawangi (40), seorang warga Desa Waesili, Kecamatan Waesama, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di pinggir jalan. Temuan mayatnya pada Sabtu (18/8) sekitar pukul 18.30 WIT, memicu kepanikan dan menyisakan luka mendalam bagi keluarganya serta masyarakat setempat.
Kronologi Penemuan: Gafar Wawangi ditemukan dalam posisi tengkurap, mengenakan kaos loreng lengan panjang, celana pendek abu-abu, dan sandal hitam. Ia ditemukan oleh sepasang suami-istri, Lajuni Wali dan Marta Detek, yang sedang dalam perjalanan ke Desa Waesili untuk berjualan ikan. Bukannya meneruskan perjalanan, mereka justru berbalik arah untuk melaporkan temuan mengerikan ini kepada Babinsa dan warga Desa Lena.
Merespon lambannya penanganan kasus ini, Wakil Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Advokasi Pemuda Muhammadiyah Maluku, Abas Souwakil, mendesak Kapolres Buru Selatan untuk bertindak cepat dan transparan.
Lebih dari sekadar menuntut penyelesaian satu kasus, Souwakil menyoroti pola mengerikan yang terus berulang. Ia menyatakan bahwa Buru Selatan telah memasuki status “darurat keamanan”.
Desakan untuk penyelesaian yang cepat dan transparan bukan hanya tentang menegakkan keadilan, tetapi juga tentang meredakan ketakutan warga dan mencegah konflik berkelanjutan yang dapat muncul dari kabut tebal ketidakpastian. Masyarakat Buru Selatan kini menunggu tindakan nyata, berharap terang kebenaran segera menyinari kegelapan yang menyelimuti Waesili.
© 2023 Media POST AMBON. Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang.
