1001484972

 

POST AMBON – Sebuah skandal penggelapan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang sistematis terungkap di SMA Negeri 17 Seram Bagian Barat, yang beralamat di Kecamatan Huamual Balkang. Desa Buano Utara Lembaga Investigasi Negara (LIN) Provinsi Maluku menemukan bukti bahwa dana PIP yang seharusnya diterima ratusan siswa kurang mampu justru menguap tanpa jejak.

Kepala Sekolah SMA Negeri 17 Seram Barat di Kecamatan Huamual Balkang diduga kuat menjadi otak dibalik praktik penyaluran dana PIP yang tidak transparan dan penuh tanda tanya.

Investigasi LIN Maluku yang dipimpin Bahri mengungkap fakta mencengangkan. Meski anggaran PIP dari tahun 2021 hingga 2025 tercatat mengalir deras dengan total mencapai miliaran rupiah, tidak ada keterbukaan dari pihak Kepala Sekolah mengenai realisasi penyalurannya kepada siswa yang berhak. Rabu (12/09/25)

“Yang paling mencolok adalah ketiadaan bukti fisik penyaluran. Kepsek sama sekali tidak pernah menyerahkan kartu PIP dan buku tabungan kepada nama-nama siswa yang seharusnya menjadi penerima manfaat. Ini adalah prosedur dasar yang diabaikan secara sengaja,” tegas Bahri.

 

Lebih miris lagi, metode penyaluran yang dilakukan justru menimbulkan tanda tanya besar. Sang Kepsek diduga datang sendiri ke bank untuk mencairkan uang tersebut. Praktik ini dinilai sangat tidak wajar dan rentan penyalahgunaan.

Rekapitulasi Dana PIP yang Menguap

Tahun Jumlah Dana Status
PIP 2025 Rp 95,4 juta untuk 100 siswa MENGUAP
PIP 2024 Rp 370,8 juta HILANG ditelan laporan fiktif
PIP 2023 Rp 150 juta LENYAP tanpa jejak
PIP 2022 Rp 254 juta RAIB dalam laporan
PIP 2021 Rp 177 juta VANISH tanpa pertanggungjawaban
“Kami hanya dengar kabar tentang bantuan ini, tapi anak kami tidak pernah membawa pulang uang sepeser pun. Tidak ada kartu, tidak ada buku tabungan. Yang ada hanya janji. Kami butuh uang itu untuk biaya sekolah, tapi ternyata hanya jadi impian,” – Orang Tua Murid (Anonim)


Dengan total dana yang mencapai miliaran rupiah, ketiadaan bukti penyaluran bukan lagi soal kelalaian, melainkan sebuah kejahatan yang terstruktur terhadap masa depan anak-anak bangsa.

Kepsek Tutup Mulut dan Kabur dari Konfirmasi

Tim POST AMBON telah berusaha mengonfirmasi berbagai temuan miring ini melalui pesan WhatsApp dan telepon WhatsApp kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 17 Seram Barat di Kecamatan Huamual Balkang. Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada respon sama sekali dari sang Kepsek.

Sikap tutup mulut dan enggan memberikan klarifikasi ini semakin menguatkan dugaan adanya upaya menutupi borok yang telah menganga lebar.

LIN Maluku mendesak pihak berwenang, termasuk Inspektorat Daerah dan Kepolisian, untuk segera turun tangan. Mereka menuntut audit mendalam terhadap seluruh alur dana PIP di sekolah tersebut di Kecamatan Huamual Balkang dan agar sang Kepsek segera dimintai pertanggungjawabannya.

Informasi Kontak:

Jika Anda memiliki informasi terkait kasus ini, hubungi Tim Investigasi POST AMBON melalui email: investigasi@postambon.com atau WhatsApp: 082299856502.

 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Verified by MonsterInsights