PostAmbon.Com – Aksi balapan liar yang semakin marak di Kota Ambon menjadi perhatian serius FRONT DEMOKRASI MASYARAKAT (FDM) Maluku, Muhammad Marasabessy, mendesak Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk mengambil langkah tegas guna mengatasi fenomena ini.
“Kepolisian harus bekerja sama dengan Pemerintah Kota Ambon, dalam hal ini Satpol PP, untuk mencegah aksi balap liar. Selain itu, masyarakat yang menyaksikan balap liar harus berani melaporkan,” ujar Marasabessy kepada media, Rabu (15/1/2025).
Menurut Marasabessy, Polresta Ambon perlu membentuk tim khusus yang dilengkapi pelatihan bela diri, pembinaan fisik, serta wawasan hukum agar dapat menangani balapan liar secara efektif.
“Tim ini harus siap dan terlatih untuk menghadapi situasi yang ada. Tidak hanya fisik, tetapi juga memahami pendekatan hukum yang tepat,” tambahnya.
Marasabessy juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak, mengingat mayoritas pelaku balapan liar adalah pelajar. “Ini tanggung jawab orang tua untuk membina dan mengarahkan anak-anaknya agar tidak terlibat dalam hal-hal negatif seperti balap liar,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi merusak keharmonisan kehidupan di Kota Ambon. Marasabessy mengingatkan bahwa nilai hidup basudara pela gandong harus terus dijaga sebagai warisan budaya Maluku.
Terkait insiden yang terjadi di depan Tugu Trikora baru-baru ini, Marasabessy meminta agar masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak Kepolisian.
“Kita percayakan penanganan kasus ini kepada Polresta Ambon agar semua berjalan sesuai prosedur,” katanya.
