Oktober 5, 2026
WhatsApp Image 2026-10-05 at 14.41.13

 

**DOBO** — Ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, masih menghadapi sejumlah kendala. Masyarakat memang dapat memperoleh beras melalui mitra resmi, namun jumlah pasokan yang tersedia belum sepenuhnya mampu mengikuti kebutuhan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Aru, Marwan Mardana, mengatakan persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan stok. Kondisi geografis Aru sebagai wilayah kepulauan turut menjadi faktor yang memengaruhi kelancaran distribusi.

Menurut Marwan, pengiriman beras menuju Dobo sangat bergantung pada transportasi laut, termasuk jadwal dan kondisi operasional kapal feri.

“Memang distribusinya tidak sederhana karena kita berada di wilayah kepulauan,” ujar Marwan, Kamis (3/9/2026).

Persoalan distribusi juga berkaitan dengan pembagian kuota dari Bulog Cabang Tual. Beras yang tersedia harus didistribusikan ke sejumlah wilayah di Maluku, termasuk Maluku Tenggara dan Maluku Barat Daya.

Untuk membantu mengatasi biaya operasional distribusi, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru telah menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp20 juta melalui APBD sebagai stimulus penyaluran beras SPHP.

Sementara itu, Bulog Cabang Tual telah menetapkan empat mitra resmi di Kota Dobo

About The Author

Tinggalkan Balasan

Verified by MonsterInsights