Foto/Gambar wisuda universitas Pattimura Ambon
POSTAMBON – Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon mencatat sejarah baru dengan menyelenggarakan wisuda periode Januari 2026, yang merupakan wisuda perdana pada bulan tersebut sejak universitas ini berdiri. Pelaksanaan wisuda ini menjadi simbol perubahan dan penguatan tata kelola akademik Unpatti yang semakin responsif terhadap perkembangan pendidikan tinggi.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Aula Universitas Pattimura, Rabu (28/01/2026), dan dipimpin langsung oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd. Pada kesempatan itu, sebanyak 1.340 lulusan secara resmi dikukuhkan, terdiri atas 958 lulusan program sarjana, 78 lulusan magister, serta 304 lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari program SDK dan PSDKU.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum transisi lulusan untuk mengambil peran nyata di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan harus diwujudkan dalam bentuk kontribusi dan solusi atas berbagai persoalan sosial.
Pelaksanaan wisuda pada bulan Januari merupakan bagian dari kebijakan baru Unpatti yang kini menetapkan empat periode wisuda dalam satu tahun, yakni Januari, Juli, Oktober, serta pada momentum Dies Natalis universitas. Kebijakan ini diambil untuk mengakomodasi jumlah mahasiswa yang terus meningkat. Saat ini, Unpatti tercatat memiliki sekitar 34.000 mahasiswa terdaftar, dengan 28.000 mahasiswa aktif pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026, serta rata-rata menerima 6.000 mahasiswa baru setiap tahun.
Sejalan dengan visi “Unpatti Unggul Bersinar Menuju World Class University”, Rektor menyampaikan bahwa universitas terus memperkuat kualitas akademik, riset, dan jejaring internasional. Hingga kini, Unpatti telah memiliki 15 program studi berakreditasi Unggul dan tengah mempersiapkan lima program studi untuk menuju akreditasi internasional, terutama pada bidang kelautan dan perikanan sebagai keunggulan daerah Maluku.
Dalam dua tahun terakhir, Unpatti juga memperoleh izin pembukaan 17 program studi baru di berbagai jenjang, mulai dari doktor, magister, sarjana, hingga profesi. Total program studi saat ini mencapai 115 dan akan bertambah enam program studi baru dalam waktu dekat, termasuk pendidikan vokasi dan spesialis kedokteran.
Dari sisi sumber daya manusia, Unpatti didukung oleh 1.370 dosen, dengan 95 Guru Besar aktif dan 419 dosen bergelar doktor. Pada periode Oktober 2025 hingga Januari 2026, delapan dosen telah dikukuhkan sebagai Guru Besar, sementara tiga lainnya masih menunggu surat keputusan pengangkatan.
Rektor juga menyoroti tantangan transformasi digital yang harus dihadapi para lulusan. Ia mengingatkan bahwa penguasaan teknologi perlu dibarengi dengan integritas, etika, serta kemampuan beradaptasi agar lulusan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta solusi.
Menutup sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga wisudawan, civitas akademika, serta pemerintah pusat dan daerah atas dukungan yang berkelanjutan bagi pengembangan Universitas Pattimura. Ia berharap para lulusan dapat menggunakan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
