April 16, 2026
IMG-20250822-WA0026

PostAmbon.Com – Ratusan warga Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, terpaksa mengungsi setelah konflik sosial pecah pada Selasa, 19 Agustus 2025. Hidup di tempat pengungsian yang serba terbatas ditambah curah hujan ekstrem membuat kondisi kesehatan mereka memburuk.

Dokter di tempat pengisian hunut

Menanggapi situasi ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Ambon di bawah pimpinan dr. Carmila L. Tamtelahitu, Sp.M bergerak cepat menggelar Bakti Sosial “IDI Ambon Peduli” pada Kamis, 21 Agustus 2025. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Ambon, Rumah Sakit Kesehatan Daerah (RSKD), Klinik Lawamena BKPM, serta Puskesmas Poka dan Nania.

Pelayanan kesehatan dipusatkan di dua titik, yakni Kantor Desa Poka dan Gedung Serbaguna Desa Nania, agar dapat menjangkau para pengungsi yang tersebar. Antusiasme warga begitu tinggi: tercatat 66 pasien datang, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, orang dewasa, hingga lansia.

Korban pengusi Hitu-hunut

Berbagai layanan kesehatan diberikan, antara lain pemeriksaan umum, konsultasi ibu dan anak, USG bagi ibu hamil, pemantauan gizi, serta edukasi kesehatan. Dukungan psikososial juga hadir melalui tim RSKD Maluku. Warga menerima obat-obatan sesuai kebutuhan medis, serta bantuan berupa susu, masker, dan bingkisan untuk anak-anak.

Kegiatan ini melibatkan dokter spesialis lintas bidang – anak, kandungan, THT, paru, saraf, penyakit dalam, hingga patologi klinik – bersama para dokter umum di Kota Ambon.

“Melalui bakti sosial ini, kami berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak konflik sekaligus meneguhkan peran dokter yang selalu hadir melayani di tengah masyarakat dalam kondisi apa pun,” ungkap dr. Carmila.

Dengan dukungan penuh berbagai pihak, aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata solidaritas dokter di Ambon yang tidak hanya hadir di ruang praktik, tetapi juga di garis depan kemanusiaan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Verified by MonsterInsights