PostAmbon.com — Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kesra yang juga Plt. Kadis Kominfo-Sandi Kota Ambon, Ronald Lekransy, menegaskan bahwa keberhasilan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat tidak hanya bertumpu pada layanan kuratif dan rehabilitatif, tetapi juga pada penguatan aspek promotif dan preventif. Kunci utamanya, kata dia, adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) petugas promosi kesehatan di puskesmas.

“Petugas promosi kesehatan adalah garda depan. Mereka yang menyampaikan pesan, mengedukasi, sekaligus mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Tanpa SDM yang kuat, upaya promotif dan preventif akan berjalan setengah hati,” ujar Lekransy saat membuka Workshop Inovasi Edukasi Berbasis Digital bagi petugas promosi kesehatan dari 22 puskesmas di Kota Ambon, yang digelar di Hotel Everbright.
- Promosi Kesehatan: Dari Penyuluhan ke Era Digital
Menurut Lekransy, promosi kesehatan bukan sekadar program tambahan, melainkan program wajib di puskesmas. Karena itu, petugas perlu dibekali dengan keterampilan komunikasi publik, literasi digital, hingga pemanfaatan media sosial resmi pemerintah sebagai sarana edukasi.
“Penyuluhan langsung tetap penting, tapi kita juga harus berinovasi.

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membuka ruang yang lebih luas, dari sekadar menyampaikan informasi kesehatan hingga mendorong peluang ekonomi masyarakat,” jelasnya.
- Sejalan dengan Prioritas Kota Ambon
Lekransy menambahkan, penguatan promosi kesehatan sejalan dengan prioritas pembangunan Kota Ambon. Pemerintah kota menempatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas sebagai prioritas ke-8, serta menjadikan Ambon Smart City dengan konsep Smart Living sebagai prioritas ke-13.
“Dimensi kesehatan tidak bisa dilepaskan dari pembangunan kota cerdas. Karena itu, layanan kesehatan berbasis TIK seperti Rekam Medis Elektronik (RME), Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE), hingga layanan telemedisin menjadi bagian dari implementasi SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) di bidang kesehatan,” paparnya.
- Menjawab Dinamika Media Sosial
Di tengah derasnya opini publik mengenai layanan kesehatan di ruang media sosial, Lekransy mengajak para petugas promosi kesehatan untuk hadir sebagai pemberi solusi.
“Jangan biarkan ruang publik hanya dipenuhi keluhan. Kita harus masuk sebagai mitra masyarakat, menjaga soliditas dan solidaritas, serta tetap konsisten menghadirkan pelayanan terbaik,” tegasnya.
