Oplus_16777216

Oplus_16777216

POST AMBON – Investigasi LIN Maluku mengungkap dugaan penyelewengan dana bantuan siswa miskin di SMA Negeri 17 Seram Bagian Barat oleh oknum berinisial SN

Sebuah tindakan biadab yang menginjak-injak nurani kemanusiaan terjadi di jantung pendidikan Maluku. SMA Negeri 17 Seram Bagian Barat (SBB) telah berubah wujud menjadi ladang penjarahan sistematis, di mana anak-anak dari keluarga paling miskin menjadi korbannya. Otak dari skandal keji ini adalah oknum berinisial SN, yang dengan tangan dinginnya menyedot dana harapan ratusan siswa.

PEMERKOSAAN TERHADAP PROGRAM SUCI PEMERINTAH

Investigasi Lembaga Investigasi Negara (LIN) Provinsi Maluku menyibak praktik penyunatan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang dilakukan secara terstruktur dan masif oleh SN. Program yang merupakan napas terakhir bagi masa depan anak-anak tidak mampu ini, diperas habis-habisan oleh seorang SN yang tak lagi memiliki sisa moral.

“Ini bukan kesalahan, ini kejahatan yang disengaja. SN bukan hanya merapok, tapi memerkosa hak dasar anak-anak untuk bersekolah.”
– BAHRI, Investigotor LIN Provinsi Maluku

PIP yang dirancang untuk mencegah putus sekolah dan meringankan beban orang tua, justru menjadi sumber pundi-pundi pribadi SN. Dana yang seharusnya menjadi penolong, berubah menjadi mangsa.

DATA YANG MEMBONGKAR KEBUSUKAN: SETENGAH MILIAR MORET DI TANGAN SN!

Lihatlah tabel kekejian ini. Ini bukan sekadar data, tapi bukti pencucian hati nurani seorang SN:

Tahun Total Siswa Pemberian Aktivasi Relaksasi Total Dana
2021 107 59 0 48 Rp 88.500.000
2022 155 104 0 51 Rp 127.000.000
2023 88 39 40 9 Rp 75.000.000
2024 118 46 0 72 Rp 185.400.000
2025 50 50 0 0 Rp 47.700.000
TOTAL 518 298 40 180 Rp 523.600.000

Kolom “Relaksasi” adalah LUBANG HITAM di mana uang rakyat menghilang. Bagaimana mungkin dana segitu besarnya (Rp 218 Jutaan lebih) bisa menguap tanpa penjelasan? Ini adalah skema perampokan terselubung yang direncanakan dengan cermat oleh SN. Setiap rupiah dari total SETENGAH MILIAR MORE itu adalah air mata dan harapan pupus anak-anak Buano Utara.

ESKALASI PREMANISME: DARI PENCURIAN KE ANCAMAN PEMBUNUHAN

Ketika kebusukannya terbongkar, lingkaran SN tidak menunjukkan penyesalan. Malah, mereka mengeluarkan perangkat preman: ancaman pembunuhan.

Seorang wartawan yang pemberani mendapat teror dari nomor tak dikenal 082118980126, dengan ancaman akan “dicari, dihajar, dan diberi pelajaran”. Ini adalah bahasa yang digunakan oleh penjahat, bukan seorang pendidik. SN dan kroninya telah mencoreng dunia pendidikan dengan darah dan ancaman.

SIKAP GOBLIK DAN AROGANSI TAK TERKALAHKAN

Ketika dikonfirmasi, SN bukannya menjawab, malah melepaskan kata-kata kotor dan makian melalui WhatsApp. Sikap GOTO (Gagal Paham Total)-nya ini adalah puncak dari arogansi seorang yang merasa kebal hukum. Dia bukan hanya dianggap mencuri, tetapi juga melecehkan proses hukum dan kecerdasan publik.

TUNTUTAN: PENANGKAPAN SEGERA!

Dengan bukti sejelas matahari, LIN Maluku mendesak kepolisian dan kejaksaan untuk menangkap dan menginapkan SN di penjara. Setiap detik SN masih bebas, adalah sebuah penghinaan terhadap setiap anak miskin di Indonesia dan sebuah pembiaran terhadap kanker yang menggerogoti sistem pendidikan.

SN bukanlah seorang kepala sekolah. Dia adalah predator berkedok guru yang telah mengubah sekolahnya menjadi kandang penyembelihan masa depan.

Berita ini telah diverifikasi dan didukung dengan bukti dokumentasi yang kuat.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Verified by MonsterInsights