Oplus_16777216
POST AMBON – Investigasi LIN Maluku mengungkap dugaan penyelewengan dana bantuan siswa miskin di SMA Negeri 17 Seram Bagian Barat oleh oknum berinisial SN
PEMERKOSAAN TERHADAP PROGRAM SUCI PEMERINTAH
Investigasi Lembaga Investigasi Negara (LIN) Provinsi Maluku menyibak praktik penyunatan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang dilakukan secara terstruktur dan masif oleh SN. Program yang merupakan napas terakhir bagi masa depan anak-anak tidak mampu ini, diperas habis-habisan oleh seorang SN yang tak lagi memiliki sisa moral.
PIP yang dirancang untuk mencegah putus sekolah dan meringankan beban orang tua, justru menjadi sumber pundi-pundi pribadi SN. Dana yang seharusnya menjadi penolong, berubah menjadi mangsa.
DATA YANG MEMBONGKAR KEBUSUKAN: SETENGAH MILIAR MORET DI TANGAN SN!
Lihatlah tabel kekejian ini. Ini bukan sekadar data, tapi bukti pencucian hati nurani seorang SN:
| Tahun | Total Siswa | Pemberian | Aktivasi | Relaksasi | Total Dana |
|---|---|---|---|---|---|
| 2021 | 107 | 59 | 0 | 48 | Rp 88.500.000 |
| 2022 | 155 | 104 | 0 | 51 | Rp 127.000.000 |
| 2023 | 88 | 39 | 40 | 9 | Rp 75.000.000 |
| 2024 | 118 | 46 | 0 | 72 | Rp 185.400.000 |
| 2025 | 50 | 50 | 0 | 0 | Rp 47.700.000 |
| TOTAL | 518 | 298 | 40 | 180 | Rp 523.600.000 |
Kolom “Relaksasi” adalah LUBANG HITAM di mana uang rakyat menghilang. Bagaimana mungkin dana segitu besarnya (Rp 218 Jutaan lebih) bisa menguap tanpa penjelasan? Ini adalah skema perampokan terselubung yang direncanakan dengan cermat oleh SN. Setiap rupiah dari total SETENGAH MILIAR MORE itu adalah air mata dan harapan pupus anak-anak Buano Utara.
ESKALASI PREMANISME: DARI PENCURIAN KE ANCAMAN PEMBUNUHAN
Ketika kebusukannya terbongkar, lingkaran SN tidak menunjukkan penyesalan. Malah, mereka mengeluarkan perangkat preman: ancaman pembunuhan.
Seorang wartawan yang pemberani mendapat teror dari nomor tak dikenal 082118980126, dengan ancaman akan “dicari, dihajar, dan diberi pelajaran”. Ini adalah bahasa yang digunakan oleh penjahat, bukan seorang pendidik. SN dan kroninya telah mencoreng dunia pendidikan dengan darah dan ancaman.
SIKAP GOBLIK DAN AROGANSI TAK TERKALAHKAN
Ketika dikonfirmasi, SN bukannya menjawab, malah melepaskan kata-kata kotor dan makian melalui WhatsApp. Sikap GOTO (Gagal Paham Total)-nya ini adalah puncak dari arogansi seorang yang merasa kebal hukum. Dia bukan hanya dianggap mencuri, tetapi juga melecehkan proses hukum dan kecerdasan publik.
TUNTUTAN: PENANGKAPAN SEGERA!
Dengan bukti sejelas matahari, LIN Maluku mendesak kepolisian dan kejaksaan untuk menangkap dan menginapkan SN di penjara. Setiap detik SN masih bebas, adalah sebuah penghinaan terhadap setiap anak miskin di Indonesia dan sebuah pembiaran terhadap kanker yang menggerogoti sistem pendidikan.
SN bukanlah seorang kepala sekolah. Dia adalah predator berkedok guru yang telah mengubah sekolahnya menjadi kandang penyembelihan masa depan.
