PostAmbon – Sebuah pohon berusia puluhan tahun yang berdiri di ruas jalan utama Desa Waiheru, Kota Ambon, kini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat setempat. Pohon berakar gantung tersebut tumbuh menjulang tepat di kawasan padat aktivitas, diapit oleh SD Cokro, SMK Negeri 3 Ambon, sebuah masjid, serta permukiman warga. Kondisi itu membuat keberadaannya dinilai berpotensi besar mengancam keselamatan warga maupun pengguna jalan.

Warga mengaku sudah berulang kali melaporkan kondisi pohon tersebut kepada Pemerintah Desa Waiheru hingga Pemerintah Kota Ambon. Namun, hingga kini belum ada tindakan nyata yang dilakukan.
“Pohon ini sudah sangat tua, akarnya menjuntai sampai ke jalan. Kalau sewaktu-waktu tumbang bisa memakan korban jiwa. Kami sudah melapor tapi tidak ada respons,” tegas Aditya, salah seorang warga Cokro Waiheru, Sabtu (27/09/2025).
Rasa khawatir makin meningkat, terutama dari kalangan orang tua siswa. Akar dan cabang pohon yang terus menjalar bahkan sudah menutupi sebagian badan jalan. Lalu lintas di lokasi tersebut setiap hari ramai dilintasi pejalan kaki, pelajar, pengendara motor, hingga kendaraan roda empat. Situasi itu membuat potensi kecelakaan dan korban jiwa kian besar.
Selain membahayakan, posisi pohon yang tumbuh liar di tengah kawasan permukiman juga menimbulkan kesan lingkungan yang tak terurus. Warga menilai pemerintah lamban dalam menangani persoalan yang menyangkut keselamatan publik.
“Jangan sampai sudah ada korban baru diambil langkah. Ini jalan utama, dekat sekolah dan masjid, lalu lintasnya padat setiap hari,” ungkap Ai, warga lainnya.
Masyarakat Waiheru kini menuntut pemerintah segera turun tangan, baik dengan pemangkasan maupun penebangan total, sebelum ancaman itu berubah menjadi bencana nyata.
