AMBON – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Ambon mulai mengintensifkan persiapan menghadapi Kejuaraan Kota (Kejurkot) 2026. Agenda olahraga yang dijadwalkan berlangsung pada 8–18 November mendatang itu menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan pembinaan sekaligus menjaring potensi atlet dari berbagai cabang olahraga di Kota Ambon.
Keseriusan tersebut terlihat dalam rapat Satuan Tugas (Satgas) KONI Kota Ambon yang digelar di Sekretariat KONI, Rabu (4/11) petang. Pertemuan dipimpin Jossy Louhenapessy selaku Ketua Satgas sekaligus Wakil Ketua KONI Kota Ambon, didampingi Richard Waas sebagai Sekretaris Satgas.
Dari hasil koordinasi, diketahui bahwa tidak seluruh cabang olahraga yang terdaftar secara administratif di KONI Kota Ambon akan menyelenggarakan kompetisi. Dari 18 cabang olahraga yang memiliki legitimasi organisasi, hanya 15 cabor yang menyatakan kesiapan menggelar Kejurkot.
Sementara tiga cabang olahraga lainnya, yakni kempo, muaythai, dan kickboxing, tidak masuk dalam agenda penyelenggaraan kejuaraan kali ini.
Jossy mengungkapkan, keputusan tersebut dilatarbelakangi sejumlah pertimbangan. Kempo telah lebih dahulu melaksanakan seleksi atlet melalui Open Tournament Piala Rektor Universitas Pattimura (Unpatti).
Berbeda dengan kempo, muaythai menghadapi persoalan keterbatasan fasilitas pertandingan. Selama ini, penyelenggaraan kejuaraan cabang tersebut masih mengandalkan peminjaman ring tinju milik Pertina Maluku. Kondisi fasilitas yang membutuhkan perbaikan menjadi salah satu kendala dalam merealisasikan Kejurkot.
Adapun kickboxing memilih untuk tidak menyelenggarakan kejuaraan dalam agenda tahun ini.
KOORDINASI LINTAS INSTANSI DIPERKUAT
Di tengah persiapan yang terus berjalan, Satgas KONI Kota Ambon turut memprioritaskan kesiapan lokasi pertandingan atau venue. Untuk memastikan fasilitas olahraga dapat dimanfaatkan secara optimal, Satgas akan membangun koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku, khususnya terkait pengelolaan dan penggunaan Stadion Mandala Remaja di kawasan Karang Panjang.
Koordinasi juga akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mengantisipasi kendala teknis selama pelaksanaan pertandingan.
Tidak hanya persoalan venue, aspek keamanan turut menjadi perhatian serius. Satgas telah mengarahkan koordinasi pengamanan kepada Satuan Polisi Pamong Praja bersama pihak kepolisian agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan kondusif.
Sementara itu, dukungan pelayanan kesehatan bagi atlet dan peserta pertandingan akan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan setelah adanya arahan dari Ketua Umum KONI Kota Ambon.
Untuk kebutuhan tenaga wasit dan juri, Jossy menjelaskan bahwa pengaturannya telah dibahas bersama dengan mempertimbangkan karakteristik setiap cabang olahraga serta kemampuan penyelenggaraan yang tersedia.
KUALITAS PENYELENGGARAAN MENJADI TANTANGAN
Kejurkot Ambon 2026 kini memasuki tahap penting. Tantangannya bukan semata-mata memastikan pertandingan terlaksana, melainkan bagaimana setiap cabang olahraga mampu menghadirkan kompetisi yang tertib, objektif, dan berkualitas.
Kejuaraan ini juga menjadi kesempatan bagi KONI Kota Ambon untuk mengevaluasi perkembangan pembinaan atlet di tingkat kota. Sebab, kompetisi yang berjalan baik seharusnya mampu menjadi ruang pembuktian kemampuan atlet sekaligus membuka jalan bagi lahirnya bibit-bibit olahraga potensial.
Tidak berpartisipasinya tiga cabang olahraga juga menjadi catatan tersendiri bagi pemangku kepentingan olahraga di Kota Ambon. Persoalan fasilitas dan kesiapan penyelenggaraan perlu menjadi perhatian agar ke depan seluruh cabang olahraga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
