Oktober 7, 2026
WhatsApp Image 2026-10-05 at 15.00.24

**DOBO, POST AMBON** – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu Wilayah 4 di Kabupaten Kepulauan Aru masih terus dikebut. Memasuki minggu ke-10 pelaksanaan, progres pekerjaan baru mencapai 31,85 persen.

Capaian tersebut tercatat untuk periode 14 hingga 20 September 2026. Berdasarkan informasi perkembangan pembangunan, realisasi pekerjaan tersebut masih berada di bawah target yang ditetapkan, yakni 37,71 persen.

Dengan demikian, terdapat selisih progres sekitar 5,85 persen dari target yang seharusnya dicapai pada periode tersebut.

Proyek PLTS Terpadu Wilayah 4 ini dikerjakan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) PT Gerbang Multindo Nusantara dan PT Graha Fatta. Pembangunan mencakup lima desa di Kabupaten Kepulauan Aru.

Kelima lokasi tersebut yakni Desa Warialau, Jambu Air, Warabal, Lola dan Karawai.

Dari lima desa yang menjadi lokasi pekerjaan, Warialau mencatat perkembangan paling tinggi dengan progres mencapai 36,99 persen. Posisi berikutnya ditempati Desa Jambu Air dengan capaian 36,69 persen.

Sementara tiga desa lainnya masih berada di bawah capaian dua lokasi tersebut.

Desa Warabal tercatat mencapai 28,35 persen, kemudian Desa Karawai sebesar 26,86 persen, sedangkan Desa Lola berada pada angka 26,40 persen.

Perbedaan progres tersebut menunjukkan masih adanya sejumlah pekerjaan yang perlu dipercepat, terutama pada tiga lokasi yang realisasinya belum mendekati target.

Dalam perkembangan pelaksanaan proyek, keterlambatan disebut berkaitan dengan pekerjaan sipil pada bagian power house serta proses pengiriman material menuju lokasi pembangunan.

Pihak pelaksana KSO menyatakan akan melakukan langkah percepatan untuk mengejar ketertinggalan pekerjaan pada periode berikutnya.

Pembangunan PLTS Terpadu Wilayah 4 menjadi salah satu bagian dari pengembangan infrastruktur energi terbarukan di wilayah Kepulauan Aru. Perkembangan proyek tersebut terus dipantau pemerintah daerah melalui instansi terkait.

Dengan kondisi geografis Kepulauan Aru yang terdiri atas banyak wilayah kepulauan, pembangunan infrastruktur energi menjadi salah satu aspek penting untuk mendukung kebutuhan masyarakat di desa-desa yang menjadi sasaran program.

Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pekerjaan, terutama pada tiga desa yang masih mencatat progres lebih rendah, sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Verified by MonsterInsights