April 16, 2026
Oplus_16778272

Ros Lesilolo, S.Pd, Kepala SD Negeri 73 Ambon,

SDN 73 Ambon terus tingkatkan mutu pendidikan lewat kolaborasi, prestasi, dan komitmen tanpa pungutan biaya. Simak kondisi PPDB dan kebutuhan tenaga guru.

PostAmbon — Dengan semangat kolaborasi dan komitmen terhadap pendidikan gratis yang berkualitas, SD Negeri 73 Ambon terus menunjukkan progres positif di tengah tantangan tahun ajaran baru 2025/2026.

Kepala SD Negeri 73 Ambon, Ros Lesilolo, S.Pd, dalam wawancara khusus bersama media di ruang kerjanya pada Sabtu (12/7), mengungkapkan bahwa proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tengah berlangsung dengan jumlah siswa yang masuk mencapai 20 orang. Jumlah tersebut masih di bawah target ideal 28 siswa per rombongan belajar, namun pihak sekolah tetap mengedepankan prinsip fleksibilitas dan menghormati keputusan orang tua.

> “Kami memahami bahwa keputusan memilih sekolah sangat bergantung pada pertimbangan masing-masing keluarga. Yang terpenting, sejak awal kami tegaskan bahwa proses PPDB di SDN 73 Ambon bebas dari pungutan biaya,” ujar Lesilolo, yang telah memimpin sekolah ini selama lima tahun terakhir.

  •  Akreditasi A, Tapi Masih Kekurangan Guru Spesialis

Meski telah mengantongi akreditasi “A”, SDN 73 Ambon masih menghadapi tantangan dalam hal pemenuhan sumber daya manusia, terutama guru bidang Bahasa Inggris dan Seni Musik. Lesilolo berharap ada perhatian serius dari Dinas Pendidikan untuk mengatasi kebutuhan tersebut.

> “Kemampuan berbahasa Inggris dan apresiasi seni merupakan dua pilar penting untuk membentuk siswa yang kompeten secara akademik dan kreatif. Untuk itu kami sangat berharap ada tambahan guru di dua bidang ini,” tegasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa masih terdapat beberapa guru yang belum masuk dalam sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Proses validasi data masih terus dilakukan bersama Komite Sekolah sebagai bagian dari upaya administratif yang berkelanjutan.

  •  Prestasi yang Menginspirasi

Terlepas dari keterbatasan, prestasi siswa-siswi SDN 73 Ambon patut dibanggakan. Dalam bidang olahraga dan kepramukaan, sekolah ini berhasil menyabet Juara 1, 2, dan 3 dalam lomba Pramuka antar SD se-Kecamatan Nusaniwe, serta meraih Juara 3 turnamen sepak bola antar sekolah.

Lesilolo menekankan bahwa keberhasilan tersebut tak lepas dari dukungan semua pihak, mulai dari orang tua hingga komunitas pendidikan di Kecamatan Nusaniwe.

  •  Kurikulum Lokal dan Sinergi Multi-Pihak

SDN 73 Ambon juga aktif menggagas rapat kerja kolaboratif untuk menyusun kurikulum yang selaras dengan karakteristik siswa dan kebutuhan lokal. Kegiatan tersebut melibatkan pemangku kepentingan dari gugus sekolah, kecamatan, hingga Komite Sekolah.

> “Kami percaya bahwa pendidikan yang efektif harus berpijak pada kekuatan lokal. Karena itu, kurikulum kami kembangkan bersama, bukan sekadar menyalin dari atas,” jelasnya.

  •  Dorongan untuk Pelatihan Guru

Sebagai penutup, Lesilolo menyampaikan harapannya agar para guru di SDN 73 Ambon dapat terus berkembang melalui pelatihan profesional.

> “Guru adalah ujung tombak pendidikan. Kami harap ada pelatihan atau bimtek khusus agar mereka bisa terus meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaboratif yang terus dibangun, SD Negeri 73 Ambon membuktikan bahwa pendidikan berkualitas bisa diwujudkan lewat kesungguhan, sinergi, dan kepekaan terhadap kebutuhan peserta didik.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Verified by MonsterInsights