Menguatkan Peran Guru Lewat Praktik Pembelajaran Mendalam: 135 Guru dan Kepsek Terbaik Ikuti Bimtek Kecerdasan Artifisial di Ambon
pelatihan guru AI, pembelajaran mendalam Kemendikbud, guru coding 2025, guru dan AI, guru digital Indonesia, guru terpilih Maluku, pendidikan digital 2025, AI untuk guru, training guru Maluku, bimtek guru kecerdasan buatan, pelatihan guru trending, guru abad 21 Indonesia, guru Maluku unggul, transformasi guru Indonesia, berita guru terkini

Post Ambon.com — Sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi tantangan abad ke-21, sebanyak 135 guru dan kepala sekolah dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Maluku mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Calon Pengajar Pelatihan Pembelajaran Mendalam, yang digelar pada Rabu (9/7/2025) di Lantai 5 Hotel Manise Ambon.

 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum pelatihan biasa, melainkan merupakan langkah taktis dalam mempersiapkan para pendidik unggulan untuk menjadi agen perubahan pendidikan digital, terutama di bidang “coding dan kecerdasan artifisial (AI)” — dua aspek yang kini menjadi prioritas nasional dalam peta jalan transformasi pendidikan Indonesia.

 

  • Penyaringan Ketat: Dari 551 Hanya 135 Terpilih

Feny Yohan Sari, S.Pd., selaku Person in Charge (PIC) PM Coding Kecerdasan Artifisial Balai Pengembangan Talenta dan Karakter (BPTK) Provinsi Maluku, menjelaskan bahwa peserta yang terlibat dalam bimtek ini telah melalui proses seleksi ketat berdasarkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan di masing-masing kabupaten dan kota.

 

> “Bimbingan teknis hari ini khusus ditujukan bagi calon pengajar untuk pelatihan pembelajaran mendalam tingkat kabupaten/kota. Awalnya ada 551 guru dan kepala sekolah yang direkomendasikan, lalu diseleksi kembali dan akhirnya terpilih 135 peserta terbaik,” ujar Feny.

 

Pemilihan peserta dilakukan bukan hanya berdasarkan prestasi administratif, tetapi juga pada rekam jejak profesional dan kesiapan mereka untuk menjadi pelatih di daerah masing-masing. Menurut Feny, mereka yang direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan tentu adalah yang dinilai terbaik di wilayahnya.

  • Bagian dari Program Prioritas Nasional Kemendikdasmen

Lebih lanjut, Feny menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), khususnya dalam pengembangan literasi digital dan pemahaman mendalam terhadap teknologi terkini.

 

> “Pelatihan pembelajaran mendalam ini adalah bagian dari rangkaian program coding dan kecerdasan artifisial yang sedang digalakkan oleh Kemendikdasmen. Nantinya para peserta ini akan menjadi pengajar pelatihan di tingkat kabupaten/kota,” jelas Feny.

Sebelumnya, pelatihan serupa telah dilakukan di tingkat provinsi yang melibatkan 17 guru, dua kepala sekolah, dan dua pengawas yang dipilih langsung oleh kementerian melalui anggaran DIPA Direktorat.

  • Membentuk Agen Transformasi: Dari Teori ke Praktik

Bimtek ini tak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga memberikan porsi besar pada “praktik langsung atau “practicing”, di mana para peserta diminta membuat perencanaan pembelajaran berbasis pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning approach). Hal ini mencerminkan pergeseran paradigma pendidikan dari pola lama ke sistem yang lebih kontekstual, reflektif, dan transformatif.

 

> “Struktur program pelatihan terdiri dari 60 jam pelajaran (JP), dan kami harap peserta dapat menyerap seluruh materi agar dapat langsung diterapkan di sekolah masing-masing. Mereka juga akan dilatih untuk membuat perencanaan pembelajaran dan berlatih praktik mengajar secara langsung,” papar Feny.

 

Feny menekankan bahwa guru bukan hanya sebagai pelaksana, tetapi juga harus mampu mengimbaskan pengetahuan dan keterampilan kepada rekan-rekannya. Sebab, pembelajaran mendalam bukan sekadar metode, tetapi pendekatan yang menuntut pemahaman konseptual, kemampuan analisis, dan integrasi teknologi.

 

  • Menjawab Tantangan Pendidikan Masa Depan

Dalam era disrupsi teknologi dan revolusi industri 5.0, tuntutan terhadap kompetensi guru semakin kompleks. Literasi digital, pemahaman algoritma, hingga kemampuan mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam proses belajar-mengajar kini menjadi indikator penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif dan inklusif.

 

Bimtek seperti ini menjadi krusial karena ia berada di garis depan dari upaya membangun “ekosistem pendidikan digital nasional” yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mendidik karakter, nalar kritis, dan kreativitas siswa.

 

  • ✓Langkah Nyata Menuju Pendidikan Bermutu di Maluku

Provinsi Maluku, melalui BPTK dan dukungan Dinas Pendidikan, menaruh harapan besar pada program ini sebagai awal dari lompatan besar menuju pendidikan berkualitas tinggi. Para peserta diharapkan menjadi “champion” di wilayahnya, membina komunitas belajar, dan menjadi motor penggerak dalam diseminasi program pelatihan pembelajaran mendalam.

 

> “Kami berharap mereka bukan hanya belajar, tetapi membawa pulang ilmu ini, mengimplementasikannya di kelas, dan membentuk budaya belajar baru di sekolah,” tutup Feny penuh semangat.

 

  • “Akhir Kata”

Transformasi pendidikan bukan hanya urusan kebijakan pusat, tetapi merupakan gerakan kolektif yang dimulai dari ruang-ruang kelas. Melalui program pelatihan pembelajaran mendalam ini, guru dan kepala sekolah di Maluku membuktikan bahwa mereka siap menjadi garda depan dalam menyongsong masadepan pendidikan yang cerdas, tangguh, dan relevan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Verified by MonsterInsights