POST AMBON.Jakarta, Unggahan akun TikTok INFO KE_SELURUH_PAPUA (2.000+ pengikut) memantik polemik
setelah menyebut 100 pulau di Maluku akan dilelang di New York melalui
PT Leadership Islands Indonesia (LII).
Isu kian panas karena menyangkut wilayah kedaulatan dan tata kelola aset strategis.
Latar Belakang & MoU 2015
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan,
PT LII telah menandatangani MoU pada 2015
dengan bupati dan gubernur setempat untuk mengembangkan kawasan sebagai
eco tourism. Namun, proyek belakangan mangkrak akibat kekurangan pendanaan.
“Pada intinya PT LII akan mengembangkan kawasan sebagai eco tourism.
Sebetulnya bagus menurut saya, daripada dibiarkan kosong begitu saja,” ujar Tito.
Mengapa Lelang di Luar Negeri?
Menurut Tito, mekanisme lelang yang diangkat ke New York bukan untuk menjual pulau secara harfiah,
melainkan sebagai cara menarik investor guna melanjutkan proyek yang terhenti.
“Tujuannya bukan melelang untuk dijual, tetapi untuk menarik investor saja. Itu boleh saja,” tegasnya.
Kontroversi Publik
- Framing “lelang pulau” memicu kekhawatiran soal kedaulatan.
- Transparansi detail aset, hak pengelolaan, dan batas kewenangan dipertanyakan.
- Risiko greenwashing pada klaim eco tourism bila pengawasan lemah.
- Ketergantungan pada modal asing membuka celah konflik kepentingan jangka panjang.
Video dari INFO KE_SELURUH_PAPUA telah ditonton ribuan kali dan dibanjiri komentar tajam,
mulai dari tudingan “cuci gudang aset” hingga desakan audit menyeluruh atas skema pengembangan.
Pertanyaan Kunci yang Harus Dijawab
Publik menunggu kejelasan regulasi dan dampaknya terhadap hak atas tanah/pesisir, akses masyarakat lokal,
serta jaminan lingkungan. Pemerintah diminta memaparkan struktur perjanjian, cakupan konsesi, durasi,
dan mekanisme pengawasan yang akuntabel.
Sumber: unggahan akun TikTok INFO_KE_SELURUH_PAPUA & pernyataan Mendagri Tito Karnavian.
