September 11, 2026
55c4bef8-c0cc-48fb-9ef3-fba46bfdbf12

POST AMBON — Polemik terkait unggahan di media sosial Facebook yang sebelumnya menyeret nama Devi Siletty kembali bergulir. Kali ini, Devi Siletty, S.H., secara terbuka meminta Patrick Soumokil memberikan klarifikasi sekaligus memulihkan nama baik dirinya dan lembaga yang dipimpinnya.

 

Permintaan tersebut disampaikan Devi sebagai respons atas tulisan atau narasi yang menurutnya telah membentuk persepsi negatif terhadap dirinya di ruang publik.

Devi menegaskan, dirinya meminta Patrick Soumokil menyampaikan klarifikasi secara terbuka melalui media massa, baik media cetak maupun elektronik, sehingga masyarakat dapat mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya.

“Saya minta saudara Patrick Soumokil melakukan klarifikasi dan pemulihan nama baik saya serta Lembaga KIN RI. Saya juga meminta yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf melalui media secara terbuka agar publik mengetahui bahwa apa yang ditulis di Facebook tersebut tidak benar,” tegas Devi. Rabu (09/09/26)

Menurut Devi, persoalan tersebut tidak lagi sebatas perbedaan pendapat di media sosial. Ia menilai, ketika sebuah narasi telah menyangkut nama pribadi sekaligus institusi, maka diperlukan pertanggungjawaban dan klarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Devi juga memberikan batas waktu 1 x 24 jam kepada Patrick Soumokil untuk memberikan klarifikasi melalui media cetak maupun elektronik.

Jika permintaan tersebut tidak dipenuhi dalam batas waktu yang diberikan, Devi menyatakan tim penasihat hukum dari Lembaga KIN RI akan mempertimbangkan langkah hukum.

“Apabila dalam waktu 1 x 24 jam yang bersangkutan tidak melakukan klarifikasi terkait persoalan dimaksud melalui media, maka tim penasihat hukum dari Lembaga KIN RI akan menempuh jalur hukum,” ujarnya.

Devi menegaskan, langkah tersebut ditempuh karena menurutnya persoalan yang berkembang sudah berkaitan dengan reputasi dan nama baik institusi Lembaga KIN RI.

Ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan terlebih dahulu melalui mekanisme klarifikasi dan hak jawab secara terbuka, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang berimbang dan tidak terjebak pada narasi yang belum mendapatkan penjelasan dari pihak-pihak terkait.

“Ini sudah berkaitan dengan nama baik institusi. Karena itu kami meminta persoalan ini diluruskan secara terbuka,” tegas Devi.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, POST AMBON belum memperoleh klarifikasi atau tanggapan dari Patrick Soumokil terkait permintaan Devi Siletty tersebut.

POST AMBON membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Patrick Soumokil maupun pihak lain yang berkaitan dengan polemik tersebut sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

“`

(GILBERT PASALBESSY)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Verified by MonsterInsights