**DOBO, POST AMBON** — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru mulai mematangkan persiapan menghadapi peningkatan aktivitas transportasi laut menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Persiapan tersebut dilakukan bersama Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dobo dengan fokus utama memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar di tengah kemungkinan meningkatnya jumlah penumpang.
Kepala UPP Kelas III Dobo, Ruswan Wusurwut, mengatakan koordinasi dengan berbagai pihak telah dilakukan sebagai langkah awal menghadapi periode angkutan Natal dan Tahun Baru.
Menurutnya, kelancaran arus penumpang membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, bukan hanya petugas di Pelabuhan Dobo. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak kepolisian, insan maritim, PT Pelni, agen pelayaran serta jajaran Kementerian Perhubungan.
“Koordinasi ini kami lakukan agar masyarakat yang berangkat maupun tiba di Dobo dapat memperoleh pelayanan yang baik dan proses pergerakan penumpang berjalan lancar,” ujar Ruswan di Dobo, Kamis (24/9/2026).
Dobo memiliki posisi penting dalam jaringan transportasi laut karena menjadi salah satu penghubung Kepulauan Aru dengan sejumlah daerah di Maluku hingga wilayah Papua.
Karena itu, potensi peningkatan penumpang tidak hanya menjadi perhatian di Pelabuhan Dobo. Komunikasi antarpelabuhan juga dinilai penting, terutama pada jalur pelayaran yang menghubungkan Dobo dan Tual dengan sejumlah wilayah di Papua, seperti Pomako, Agats hingga Merauke.
Pengalaman pada periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya turut menjadi bahan evaluasi. Kepadatan penumpang yang sempat terjadi pada pelayaran KM Tatamailau menjadi salah satu pertimbangan agar pengaturan arus penumpang dilakukan lebih awal dan terkoordinasi.
Dari sisi infrastruktur, Pelabuhan Yos Sudarso Dobo memiliki dermaga sepanjang sekitar 365 meter. Fasilitas tersebut memungkinkan dua kapal Pelni dapat dilayani secara bersamaan.
Terminal penumpang dan area boarding juga telah dipersiapkan. Penataan kawasan parkir serta titik berkumpul calon penumpang terus dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas selama masa Nataru.
Sementara itu, sekitar 12 armada diproyeksikan melayani Pelabuhan Dobo pada periode tersebut. Armada yang disiapkan terdiri atas kapal Pelni, kapal swasta dan satu kapal feri penyeberangan.
Dengan kesiapan armada, fasilitas pelabuhan dan koordinasi lintas sektor tersebut, Pemkab Kepulauan Aru bersama UPP Kelas III Dobo berupaya menjaga agar aktivitas keberangkatan maupun kedatangan penumpang tetap tertib.
Bagi masyarakat Kepulauan Aru, kesiapan transportasi laut menjadi hal penting mengingat kapal masih menjadi salah satu sarana utama untuk menunjang mobilitas masyarakat antarpulau.
Koordinasi yang dilakukan sejak awal diharapkan dapat meng
