DOBO — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk meningkatkan prestasi daerah tersebut dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Maluku.
Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menilai potensi generasi muda di daerahnya cukup besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan yang mampu bersaing dalam berbagai cabang MTQ. Karena itu, ia memasang harapan agar Aru tidak hanya mampu meraih prestasi, tetapi ke depan dapat merebut posisi juara umum.
Pernyataan tersebut disampaikan Kaidel ketika menerima kepulangan Kafilah MTQ XXXII Tingkat Provinsi Maluku di Aula Lantai II BPKAD Kabupaten Kepulauan Aru, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, hasil yang diperoleh kafilah Aru pada pelaksanaan MTQ kali ini menjadi modal penting untuk membangun prestasi yang lebih besar. Dari 20 peserta yang diberangkatkan, sebanyak 15 orang berhasil mencatatkan prestasi pada cabang perlombaan yang diikuti.
Kaidel menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan generasi Qurani di Kepulauan Aru memiliki fondasi yang cukup kuat.
Ia pun meminta agar proses pembinaan tidak dilakukan secara instan hanya ketika pelaksanaan MTQ sudah semakin dekat. Pembinaan harus dipersiapkan sejak jauh hari dan dilakukan secara konsisten sehingga potensi para qari dan qariah dapat berkembang secara maksimal.
Kaidel juga mengungkapkan bahwa peluang anak-anak Aru untuk tampil pada level yang lebih tinggi semakin terbuka. Bahkan, sejumlah putra-putri daerah tersebut telah berhasil lolos untuk mewakili Maluku dalam ajang tingkat nasional.
Bagi pemerintah daerah, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa talenta muda dari Kepulauan Aru memiliki kemampuan untuk bersaing apabila mendapatkan pembinaan dan dukungan yang tepat.
Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muhammad Djumpa, menekankan bahwa pembinaan generasi Qurani tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar kemenangan dalam perlombaan.
Menurut Djumpa, penguasaan terhadap Al-Quran harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan penerapan nilai-nilai yang diajarkan di dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai tentang akhlak, kasih sayang, persatuan dan perdamaian, kata dia, merupakan bagian penting yang perlu ditanamkan kepada generasi muda. Dengan demikian, kegiatan MTQ tidak hanya melahirkan peserta berprestasi, tetapi juga generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Keberhasilan 15 dari 20 anggota kafilah Aru meraih prestasi juga dinilai menjadi indikator bahwa pembinaan tilawatil Quran di daerah tersebut masih memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan.
Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para peserta, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru turut memberikan bonus kepada mereka yang berhasil meraih prestasi.
Kaidel berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para peserta sekaligus mendorong munculnya lebih banyak qari dan qariah potensial dari Kepulauan Aru.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemkab Aru optimistis target untuk membawa daerah itu menjadi juara umum MTQ tingkat Provinsi Maluku bukan sekadar harapan, tetapi dapat diwujudkan pada penyelenggaraan mendatang.
