Oktober 2, 2026
4f81582a-fcb6-4dad-af32-9a8920b70a6c

AMBON — GILBERT PASALBESSY

Ambon – Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menjatuhkan sanksi disiplin kepada kubu Java United menyusul keributan antara ofisial, pemain dan pendukung kedua tim di putaran ketiga Super League Indonesia antara Persija Jakarta kontra Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, 19 September 2026, di mana Java United diwajibkan membayar denda Rp 760 Juta dan sanksi tak boleh beraktivitas di dalam dan di luar lapangan dalam beberapa partai kepada ofisial dan beberapa pemain Java United.

Sanksi Komdis PSSI akhirnya dijatuhkan menyusul ujaran rasis Direktur Teknik Java United Achmad Rezal Oktavian yang mengeluarkan kata “pendatang” bagi pelatih Persija asal Korea Selatan, Shin Tae-yong di ‘laga panas’ kedua tim.

Bagi Komdis, apa yang dilakukan Achmad Rezal Octavian telah melanggar Prinsip antidiskriminasi (“No discrimination”) di sepakbola sebagaimana diatur di dalam Kode Disiplin FIFA dan PSSI.

Terhadap putusan Komdis PSSI terhadap Java United, Pengamat Sepakbola Nasional asal Maluku Rony Samloy, S.H., menilai jika prinsip antidiskriminasi yang menjadi konsiderans dikeluarkannya putusan Komdis PSSI relatif tidak adil dan terindikasi berat sebelah sebab Komdis PSSI sama sekali tidak mempertimbangkan komplain ofisial Java United soal ucapan rasis “moxxet” ke pemain Java United, Yance dan Yacob Sayuri.

“Bagi saya, putusan Komdis PSSI berat sebelah dan memihak klub elite dari ibu kota negara. Justru yang melanggar prinsip antidiskriminasi itu Komdis PSSI sendiri,” paparnya di Ambon, Kamis (1/10).

Menurut mantan Wakil Ketua Komdis Asosiasi Provinsi PSSI Maluku 2019-2025 ini, justru lebih elegan jika putusan dijatuhkan juga ke kubu Persija Jakarta atas pelanggaran prinsip “no racis” (antirasis).

“Kapan sepakbola nasional kita maju dan disegani di mata pengurus AFC dan FIFA jika komdis PSSI diatur orang-orang yang putusannya berat sebelah dan berpandangan primordialistik seperti ini. Kacau sepakbola kita ini. Bubarkan saja Komdis PSSI,” paparnya.

Menyinggung apa langkah terbaik kubu Java United menyikapi putusan Komdis PSSI, advokat muda vokal ini menyarankan kubu Java United mengajukan Banding ke Komite Banding (Komding) PSSI.

“Tanpa saya anjurkan pun pasti kubu Java United akan ajukan banding sebab itu memang mekanisme internal sesuai Kode Disiplin PSSI. Rugi kalau Java United tidak banding ke Komding PSSI,” tandasnya.

POST AMBON — Informasi dan berita terkini Maluku.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Verified by MonsterInsights