Menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru menyerahkan enam ekor hewan kurban kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Kepulauan Aru, Selasa (26/5/2026)
Penyerahan hewan kurban berlangsung di halaman musholla Kantor Bupati Kepulauan Aru dan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muhammad Djumpa, kepada pengurus PHBI setempat.
Enam hewan kurban tersebut terdiri atas dua ekor sapi bantuan Presiden RI Prabowo Subianto, dua ekor sapi dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, satu ekor sapi bantuan Bank Maluku dan Maluku Utara, serta satu ekor kambing dari seorang warga yang tidak ingin disebutkan identitasnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muhammad Djumpa menjelaskan bahwa ibadah kurban memiliki makna spiritual dan sosial yang sangat mendalam bagi umat Islam.
Menurut dia, secara bahasa kurban bermakna pengorbanan atau kehilangan, namun dalam konteks ibadah, kurban menjadi simbol ketulusan dan kesediaan seseorang mengorbankan sesuatu yang dicintainya demi mendekatkan diri kepada Allah SWT
Ia juga mengaitkan makna tersebut dengan kisah para nabi, mulai dari peristiwa Kabil dan Habil pada masa Nabi Adam AS hingga keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
“Allah tidak menghendaki pengorbanan manusia. Melalui kisah Nabi Ibrahim, Allah menunjukkan bahwa yang dikehendaki adalah ketaatan dan kesetiaan hamba-Nya. Penggantian Ismail dengan seekor domba menjadi simbol bahwa ibadah kurban adalah ujian keimanan,” ujar Djumpa.
Menurutnya, ibadah kurban memiliki dua dimensi penting, yakni dimensi spiritual sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT dan dimensi sosial sebagai sarana berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Karena itu, ia menegaskan seluruh proses penyaluran, pengolahan, hingga pembagian daging kurban harus dilakukan secara tertib, aman, sesuai syariat Islam, dan tepat sasaran.
“Kami menjamin proses penyaluran, pengolahan, dan pembagian berjalan tertib, aman, sesuai syariat, dan tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ia menambahkan, daging kurban nantinya akan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu, termasuk kaum duafa, para janda, dan kelompok rentan lainnya di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru.
Sementara itu, Ketua PHBI Kepulauan Aru, Landete Mangar, mengatakan ibadah kurban merupakan perintah agama yang mengandung nilai ketaatan, rasa syukur, dan kepedulian sosial sebagaimana tertuang dalam Surah Al-Kautsar ayat 2.
“Ibadah ini bukan sekadar tradisi, melainkan perintah agama yang mengandung makna besar persatuan dan keadilan sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi Bank Maluku dan Maluku Utara Cabang Dobo yang tahun ini meningkatkan bantuan kurban dari sebelumnya dua ekor kambing menjadi satu ekor sapi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kepulauan Aru Jacob Ubyaan, unsur Forkopimda, pimpinan OPD lingkup Pemkab Kepulauan Aru, Majelis Ulama Indonesia, mantan Wakil Bupati Muin Sogalrey, pengurus PHBI, BKPRMI, serta sejumlah tamu undangan lainnya
