POST AMBON Kepulauan Aru – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat pada peringatan Hari Posyandu Nasional (HPN) 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Dusun Marbali, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Rabu (29/4/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kepulauan Aru Mohamad Djumpa, Ketua TP PKK Klaudia Imarisa, jajaran pemerintah daerah, serta para kader Posyandu.
Dalam sambutan yang mewakili Bupati Timotius Kaidel, Djumpa menekankan bahwa peringatan HPN tidak boleh dimaknai sekadar sebagai agenda seremonial tahunan. Ia menyebut momentum ini sebagai titik penting untuk memperkuat arah pembangunan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, Posyandu saat ini tengah mengalami transformasi signifikan. Tidak lagi terbatas pada pelayanan ibu dan anak, Posyandu diarahkan menjadi pusat layanan kesehatan primer yang mencakup seluruh tahapan kehidupan masyarakat.
“Pelayanan Posyandu kini harus menjangkau semua kelompok usia, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, hingga lansia. Ini bagian dari upaya membangun sistem kesehatan yang lebih inklusif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Djumpa mengacu pada kebijakan nasional melalui Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang mendorong Posyandu berperan sebagai pusat layanan sosial dasar terpadu. Implementasi kebijakan tersebut di tingkat daerah akan difokuskan pada penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) mulai tahun 2026.
Enam SPM yang dimaksud meliputi sektor kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban umum.
Ia menegaskan, pendekatan ini merupakan bentuk konkret kehadiran negara dalam mendekatkan layanan dasar kepada masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah juga memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan kader Posyandu yang dinilai memiliki peran strategis di lapangan.
“Kader Posyandu menjadi ujung tombak pelayanan. Kontribusi mereka sangat besar, terutama dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak,” kata Djumpa.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru berharap penguatan Posyandu melalui sistem layanan terintegrasi ini dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, khususnya di wilayah kepulauan.
