Oplus_16777216
Post Ambon – Isu kedekatan tertentu yang mengarah pada kepentingan tersembunyi menyeruak belakangan. PMII Kota Ambon menolak narasi itu. Mereka menilai tuduhan hanya memecah belah pemuda dan melemahkan kerja sama lintas elemen.
Tim POST Ambon mewawancarai langsung Ketua PMII. Ia menjelaskan hubungan antara Pemkot Ambon dan organisasi kepemudaan bersifat operasional dan strategis. Nama yang sering muncul di pemberitaan adalah Bodewin Wattimena, Wali Kota Ambon. PMII menegaskan dukungan pada kepemimpinan beliau yang terbuka dan inklusif.
“Pak Bodewin merangkul semua. Beliau melihat pemuda sebagai mitra. Isu yang menyudutkan hanya ingin mengadu domba,” kata Ketua PMII.
Praktik kolaborasi yang tampak
PMII menyebut beberapa pola kerja nyata dari pemerintahan Wali Kota Bodewin Wattimena:
- Forum dialog rutin antara Pemkot, OKP, dan LSM.
- Program pelatihan kepemudaan dan kewirausahaan yang melibatkan OKP.
- Skema pembiayaan dan pendampingan untuk inisiatif pemuda.
Ketua PMII juga mengingatkan publik agar bijak menyikapi isu. Ia menekankan pentingnya data dan fakta. Menurutnya, menilai kepemimpinan hanya dari kabar tanpa bukti justru merugikan pembangunan sosial.
Latar belakang Bodewin Wattimena di birokrasi dan sebagai lulusan IPDN membuat gaya kepemimpinannya fokus pada sistem. PMII menilai itu memberi ruang bagi semua OKP dan LSM untuk bekerja sama tanpa diskriminasi.
Wawancara ini menutup dengan pesan tegas. PMII meminta semua pihak untuk mendukung program Wali Kota. Tujuan akhir adalah kesejahteraan warga Ambon dan penguatan toleransi antar kelompok.
