Oplus_16777250

Jun Samson S.Th, M.Si.,

SMP Kusuh Kusuh Sereh di Ambon tetap semangat menerapkan kurikulum deep learning meski menghadapi tantangan infrastruktur. Sekolah YPPK ini masih mencari 2 siswa untuk kelas VII tahun ajaran 2025

PostAmbon.com – Di tengah keterbatasan infrastruktur dan tantangan teknis, SMP Kusuh Kusuh Sereh di Ambon menunjukkan semangat tinggi dalam menyambut tahun ajaran baru 2025. Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Kristen (YPPK) Sitanala ini kini bersiap menghadapi berbagai dinamika pendidikan dengan pendekatan inovatif.

  • Mencari Dua Siswa Terakhir untuk Melengkapi Kelas VII

Jun Samson S.Th, M.Si., Kepala Sekolah SMP Kusuh Kusuh Sereh mengungkapkan bahwa pihaknya masih membutuhkan dua calon siswa untuk melengkapi kuota kelas VII yang telah ditetapkan. “Kami telah menerima 30 pendaftar dari target 32 siswa untuk satu rombongan belajar kelas VII,” jelasnya dalam wawancara eksklusif dengan media.

Kebijakan alokasi ini ditetapkan melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) berdasarkan arahan dari Dinas Pendidikan setempat. Menariknya, sekolah ini memilih mempertahankan sistem pendaftaran manual meskipun Dinas telah mengarahkan penggunaan Google Form. Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan internal yang mempertimbangkan kondisi spesifik lingkungan sekolah.

  • Kondisi Sekolah dan Tantangan Infrastruktur

Saat ini, SMP Kusuh Kusuh Sereh mengelola empat rombongan belajar dengan distribusi satu rombel untuk kelas VII dan VIII, serta dua rombel untuk kelas IX. Total 17 guru bertugas mengampu berbagai mata pelajaran sesuai kebutuhan akademik.

Namun, tantangan besar menghadang dalam aspek infrastruktur. Kerusakan atap bangunan telah berdampak pada kondisi plafon di empat ruang kelas – dua di lantai bawah dan dua di lantai atas – serta ruang perpustakaan. Kondisi ini tentu mempengaruhi kenyamanan proses pembelajaran.

SMP KRISTEN KUSUS SARAHSMP Kusuh Kusuh Sereh, deep learning Ambon, pendidikan Maluku, kurikulum merdeka belajar, YPPK Sitanala, sekolah Ambon, infrastruktur pendidikan, tahun ajaran 2025, MPLS, pendidikan kristen Maluku

Kabar menggembirakan datang dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang telah melakukan survei langsung ke lokasi. Meskipun Kepala Sekolah tidak sempat hadir saat kunjungan tersebut karena sedang bertugas di tempat lain, wakil kepala sekolah telah menerima tim survei dengan baik. Bantuan perbaikan infrastruktur direncanakan terealisasi pada tahun 2025.

  • Inovasi Kurikulum: Deep Learning dalam Merdeka Belajar

Yang menarik dari sekolah ini adalah komitmennya terhadap inovasi pendidikan. SMP Kusuh Kusuh Sereh menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar dengan pendekatan deep learning, sebuah metode yang menekankan pada pemahaman mendalam dan pembelajaran yang bermakna.

Sebagai sekolah yang berada dalam jaringan YPPK Sitanala cabang Pulau Ambon, koordinasi pembelajaran dilakukan hingga level klasis. Persiapan tahun ajaran baru ditandai dengan workshop khusus tentang penerapan pendekatan deep learning yang diselenggarakan oleh klasis.

“Workshop ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh guru agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif dan menyenangkan,” ungkap Samson. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menggembirakan sehingga peserta didik merasa betah dan nyaman di sekolah.

  • Optimisme Menuju Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Kepala Sekolah menyampaikan harapan besarnya terhadap kelancaran Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan segera diselenggarakan. “Saya berharap kegiatan MPLS dapat berjalan lancar dan sesuai harapan, khususnya sebagaimana yang diharapkan oleh Dinas Pendidikan,” tuturnya dengan penuh optimisme.

Dengan kombinasi pendekatan Kurikulum Merdeka Belajar dan deep learning, SMP Kusuh Kusuh Sereh berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya efektif secara akademik, tetapi juga menyenangkan secara emosional. Upaya ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pengembangan karakter dan prestasi siswa di masa mendatang.

Meskipun menghadapi tantangan infrastruktur, semangat dan dedikasi seluruh civitas sekolah menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas dapat tetap terwujud dengan kreativitas dan komitmen yang kuat.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Verified by MonsterInsights