POST AMBON – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Besar Seram Bagian Timur (DPP IKB SBT) Provinsi Maluku menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) yang tengah dilakukan PT Balam Energi di wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Organisasi tersebut menilai proyek strategis nasional itu dapat menjadi titik balik kebangkitan ekonomi daerah apabila dikelola secara profesional, transparan, dan berpihak kepada masyarakat lokal.
Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP IKB SBT Provinsi Maluku, Ibnun Marwan Waraiya, ST, yang menegaskan bahwa selama bertahun-tahun Seram Bagian Timur dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, namun belum sepenuhnya menikmati manfaat ekonomi dari potensi tersebut.
Menurutnya, berdasarkan berbagai hasil survei geologi, Cekungan Seram diperkirakan menyimpan potensi sekitar 7,5 miliar barel minyak dan 11,5 triliun kaki kubik gas bumi, menjadikannya salah satu kawasan yang memiliki prospek migas cukup besar di Indonesia bagian timur.
“Kami memandang kegiatan eksplorasi yang dilakukan PT Balam Energi bukan sekadar aktivitas bisnis semata, tetapi sebuah peluang besar yang dapat mengubah wajah pembangunan Seram Bagian Timur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara bertanggung jawab,” ujar Ibnun.
PT Balam Energi, sebagai pemegang Kontrak Kerja Sama Blok Seram Timur, saat ini telah melewati berbagai tahapan penting, mulai dari survei seismik hingga persiapan pengeboran sumur eksplorasi BK-01 di perairan Bula. Tahapan tersebut ditargetkan mampu membuktikan cadangan ekonomis sekitar 12 juta barel minyak.
Investasi Strategis yang Diyakini Menggerakkan Ekonomi Daerah
DPP IKB SBT menilai masuknya investasi di sektor migas akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Seram Bagian Timur. Rabu (8/7/26)
Aktivitas industri migas diperkirakan akan mendorong berkembangnya sektor perdagangan, transportasi, jasa, perhotelan, logistik, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di sisi lain, keberhasilan eksplorasi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penerimaan daerah melalui mekanisme bagi hasil sumber daya alam.
Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, penyediaan air bersih, peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan, serta berbagai fasilitas publik yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.
Kesempatan Emas bagi Generasi Muda Seram Bagian Timur
Selain dampak ekonomi, DPP IKB SBT menilai proyek eksplorasi migas akan membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat lokal.
Ibnun mengatakan, kebutuhan tenaga kerja akan muncul pada berbagai tahapan proyek, mulai dari pekerjaan konstruksi, pengeboran, operasional hingga sektor pendukung lainnya.
Karena itu, pihaknya mendorong agar generasi muda Seram Bagian Timur mempersiapkan diri melalui peningkatan kompetensi, pendidikan, dan keterampilan agar mampu bersaing mengisi berbagai posisi strategis di industri migas.
“Ini merupakan kesempatan besar bagi putra-putri daerah. Jangan sampai peluang ini justru lebih banyak dinikmati tenaga kerja dari luar. Masyarakat lokal harus menjadi bagian utama dari pembangunan di daerahnya sendiri,” tegasnya.
Apresiasi kepada Pemerintah Daerah
Dalam keterangannya, DPP IKB SBT juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur yang dinilai telah menunjukkan komitmen dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui dukungan regulasi, koordinasi lintas sektor, serta fasilitasi berbagai kebutuhan perusahaan selama tahapan persiapan proyek.
Menurut Ibnun, keberhasilan proyek migas hanya dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, SKK Migas, perusahaan, tokoh adat, tokoh agama hingga masyarakat, mampu membangun sinergi yang kuat.
Dukungan Bukan Tanpa Syarat
Meski memberikan dukungan penuh, DPP IKB SBT menegaskan bahwa keberhasilan proyek harus diikuti dengan komitmen nyata terhadap kepentingan masyarakat.
Organisasi tersebut meminta PT Balam Energi memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan dan kompetensi, sekaligus menyediakan program pendidikan, pelatihan, serta peningkatan kapasitas agar masyarakat tidak hanya menjadi pekerja pada level dasar, tetapi juga mampu menduduki posisi profesional.
Selain itu, program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) diminta diarahkan secara berkelanjutan untuk mendukung pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan UMKM di sekitar wilayah operasi.
Lingkungan Harus Tetap Menjadi Prioritas
DPP IKB SBT juga mengingatkan bahwa keberhasilan investasi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan.
Seluruh aktivitas eksplorasi maupun pengembangan migas harus dilaksanakan sesuai standar keselamatan dan perlindungan lingkungan yang berlaku. Kawasan pesisir, laut, hutan, serta sumber mata pencaharian nelayan dan petani harus tetap terjaga dari risiko pencemaran maupun kerusakan ekologis.
Perusahaan juga diminta menyiapkan sistem mitigasi risiko, mekanisme pemulihan lingkungan, serta melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan agar setiap tahapan proyek berjalan secara akuntabel.
Siap Mengawal Hingga Tahap Produksi
Sebagai organisasi yang menaungi masyarakat Seram Bagian Timur, DPP IKB SBT menyatakan siap mengawal dan menjaga kondusivitas daerah selama proses eksplorasi hingga apabila proyek memasuki tahap produksi.
Ibnun berharap potensi migas yang dimiliki Seram Bagian Timur benar-benar menjadi kekuatan baru bagi pembangunan daerah dan mampu menghadirkan kesejahteraan yang dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
“Kami berharap kekayaan alam yang dimiliki Seram Bagian Timur tidak hanya menjadi angka dalam laporan geologi, tetapi benar-benar menjadi berkah yang menghadirkan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempercepat pembangunan, dan membawa daerah ini menjadi kabupaten yang maju, mandiri, serta bermartabat,” tutupnya.
PEWARTA : Rumaday
