POSTAMBON.COM — Di tengah tekanan ekonomi global yang mulai berdampak hingga ke daerah, Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 Provinsi Maluku menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II sebagai upaya memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merespons dinamika yang berkembang, Jumat (24/4/2026).
Forum yang diikuti delegasi dari 14 kabupaten/kota ini tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk merumuskan arah strategis Kosgoro dalam menghadapi tantangan ekonomi dan menjaga stabilitas pembangunan di Maluku.
Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro Maluku, Ely Toisutta, menegaskan bahwa situasi global yang tidak menentu menuntut organisasi untuk bergerak lebih adaptif dan konkret. Ia menyoroti pentingnya stabilitas sebagai prasyarat utama agar pembangunan daerah tetap berjalan.
“Dalam situasi global seperti sekarang, organisasi tidak bisa berjalan biasa saja. Harus adaptif, solid, dan mampu memberikan kontribusi nyata, terutama dalam menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan yang inklusif di Maluku,” ujarnya.
Menurut Ely, Musda II menjadi titik evaluasi atas peran organisasi selama ini sekaligus momentum untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan merumuskan program kerja yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ketua Panitia Musda II, Alham Valeo, menyebut pelaksanaan forum tersebut juga menunjukkan soliditas internal Kosgoro Maluku di tengah tekanan yang dihadapi berbagai sektor, terutama ekonomi daerah.
Ia menilai kehadiran Ketua Umum Kosgoro, Agung Laksono, memberikan dorongan moral sekaligus sinyal kuat bahwa konsolidasi organisasi di daerah menjadi perhatian serius di tingkat nasional.
“Kehadiran Ketua Umum bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi penguatan bagi kami untuk memastikan organisasi tetap berjalan efektif dan relevan dalam menjawab tantangan,” kata Alham.
Musda ini juga diarahkan sebagai ruang kaderisasi strategis untuk menyiapkan pemimpin masa depan. Di tengah perubahan yang cepat, kebutuhan akan figur kepemimpinan yang adaptif dan berintegritas dinilai semakin mendesak, baik di level daerah maupun nasional.
Selain dihadiri jajaran internal organisasi, kegiatan ini turut melibatkan unsur pemerintah daerah, DPRD, serta berbagai organisasi kemasyarakatan, yang menunjukkan upaya memperluas sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan Maluku.
Dengan tekanan global yang belum mereda dan dampaknya yang mulai terasa hingga ke daerah, Musda II Kosgoro Maluku menjadi penanda bahwa konsolidasi organisasi tidak lagi bersifat internal semata, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat peran dalam menjaga stabilitas dan mendorong arah pembangunan yang lebih terukur di tingkat daerah
