April 15, 2026
WhatsApp Image 2026-04-07 at 10.51.04 AM

POSET AMBON Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu di Desa Ujir bukan terletak pada proses pembangunan fisik, melainkan pada aspek keberlanjutan pengelolaannya.

Hal tersebut disampaikannya pada 26 Maret 2026, sebagai refleksi dari pengalaman sebelumnya di mana dua proyek serupa mengalami kegagalan. Menurutnya, kegagalan tersebut menjadi pelajaran penting bahwa menghadirkan listrik saja tidak cukup, tetapi bagaimana menjaga sistem tersebut tetap berfungsi dalam jangka panjang merupakan hal yang jauh lebih krusial.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan operator yang tinggal langsung di desa merupakan sebuah langkah maju dalam mendukung operasional PLTS. Dengan adanya operator lokal, pengawasan dan penanganan gangguan teknis dapat dilakukan lebih cepat. Namun demikian, ia menilai langkah tersebut belum sepenuhnya menjawab tantangan yang ada.

Lebih lanjut, Bupati menekankan perlunya sistem pengelolaan yang melibatkan masyarakat secara aktif. Partisipasi warga dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan fasilitas tersebut. Salah satu bentuk keterlibatan yang diharapkan adalah melalui penerapan skema iuran untuk biaya operasional serta perawatan rutin yang terstruktur dan berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan agar pola lama tidak kembali terulang, di mana fasilitas yang telah dibangun hanya dimanfaatkan dalam waktu singkat, kemudian rusak dan akhirnya ditinggalkan tanpa pengelolaan yang jelas.

“Jangan sampai pola lama terulang, dibangun, dipakai sebentar, lalu rusak dan ditinggalkan,” tegasnya.

Selain itu, Timotius Kaidel menyampaikan bahwa keberhasilan proyek PLTS Terpadu di Desa Ujir akan menjadi tolok ukur penting bagi pengembangan energi terbarukan di wilayah lain di Kabupaten Kepulauan Aru. Jika sistem ini mampu bertahan dan berfungsi dengan baik dalam rentang waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan, maka model pengelolaan yang sama dapat diterapkan di desa-desa lain.

Menurutnya, proyek ini bukan hanya tentang penyediaan listrik untuk menerangi rumah warga pada malam hari, tetapi juga menjadi ujian nyata bagi keberhasilan pembangunan berbasis energi bersih yang dikelola langsung oleh masyarakat.

Dengan demikian, keberlanjutan PLTS di Desa Ujir tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta merawat fasilitas tersebut.

Pemerintah daerah pun berharap, melalui kolaborasi yang baik, proyek ini dapat menjadi contoh sukses pemanfaatan energi terbarukan di daerah kepulauan sekaligus mendorong kemandirian energi masyarakat di masa depan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Verified by MonsterInsights