Post Ambon.com – Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menghadiri pengukuhan dan Rapat Kerja (Raker) Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Kepulauan Aru periode 2025–2028. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Siwalima, Jalan Cenderawasih, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Sabtu (7/2/2026).
Dalam sambutannya, Kaidel menyampaikan bahwa Muhammadiyah dan Aisyiyah merupakan mitra strategis Pemerintah Daerah.
“Muhammadiyah dan Aisyiyah adalah mitra strategis pemerintah daerah. Kontribusi keduanya di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan sudah sangat nyata dalam membantu pemerintah memajukan daerah ini,” ujar Kaidel.
Ia mengaku yakin jajaran pengurus yang baru dikukuhkan memiliki komitmen tinggi untuk melanjutkan amanah organisasi.
“Saya yakin para pengurus yang baru dikukuhkan memiliki semangat, komitmen, dan integritas untuk melanjutkan amanah organisasi dengan idealisme serta inovasi yang lebih maju,” tambahnya.
Kaidel juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya agenda tersebut serta keberlanjutan kepengurusan baru sebagai wujud peran Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam pembangunan daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Kepengurusan yang baru adalah bukti bahwa Muhammadiyah dan Aisyiyah terus hadir dan berperan aktif dalam pembangunan daerah,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam mengatasi berbagai isu strategis.
“Kita perlu memperkuat kolaborasi, terutama dalam mengatasi isu-isu strategis seperti penurunan angka stunting, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemberdayaan perempuan,” tegas Kaidel.
Ia juga mendorong lahirnya inovasi program yang kreatif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap lahir program-program yang kreatif, inovatif, dan benar-benar berdampak bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai dakwah yang diusung Muhammadiyah dan Aisyiyah,” ucapnya.
Menghadapi era digital dan potensi polarisasi sosial, Kaidel berharap kedua organisasi tersebut dapat memanfaatkan literasi digital secara positif.
“Di era digital ini, literasi digital harus dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan, bukan justru menimbulkan perpecahan,” pungkasnya.
