Post Ambon – Konsorsium LSM Provinsi Maluku mendesak audit menyeluruh terhadap pengelolaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMA Negeri 8 Seram Bagian Timur setelah analisis data anggaran lima tahun terakhir mengungkap anomali dan ketidakkonsistenan signifikan.
Inti Persoalan: Data menunjukkan fluktuasi dana PIP yang tidak rasional dengan pola alokasi yang tidak konsisten dari tahun ke tahun, menimbulkan pertanyaan serius tentang akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan.
Data Tabel: Peta Anomali Anggaran
Berikut adalah kompilasi data yang menjadi pusat sorotan dan analisis LSM:
| Tahun | Jumlah Siswa Penerima | Total Dana PIP | Analisis Anomali & Pertanyaan Kritis |
|---|---|---|---|
| 2021 | 40 Siswa | Rp 37.500.000 | Dualitas Data: Munculnya data lain (26 siswa/Rp 26 Juta) menimbulkan tanda tanya atas dasar mana SPJ diajukan. Mana data yang sah? |
| 2022 | 62 Siswa | Rp 48.000.000 | Periode ini relatif stabil, menjadi patokan untuk membandingkan anomali di tahun berikutnya. |
| 2023 | 43 Siswa | Rp 54.000.000 | Anomali Inti 1: Penurunan siswa (19 orang) justru diiringi kenaikan dana (Rp 6 Juta). Secara logika administratif, hal ini sangat tidak lazim dan memerlukan penjelasan detail. |
| 2024 | 71 Siswa | Rp 56.000.000 | Anomali Inti 2: Kenaikan 28 siswa hanya diiringi kenaikan dana Rp 2 Juta. Nilai rata-rata per siswa anjlok, bertolak belakang dengan tren nasional. |
| 2025 | 109 Siswa | Rp 163.800.000 | Anomali Inti 3: Lonjakan ekstrem tanpa penjelasan. Kenaikan 38 siswa dibayar dengan tambahan dana Rp 107,8 Juta. Kenapa bisa terjadi perbedaan besaran dana per siswa yang sedemikian drastis? |
Pola yang Menuntut Jawaban, Bukan Hanya Penjelasan Biasa
Juru Bicara Konsorsium LSM Maluku Berseru, Fami, menyatakan bahwa data ini bukan sekadar pertanyaan administratif, melainkan indikasi kuat adanya masalah mendasar.
Fami menambahkan, “Misalnya, bagaimana mungkin dalam dua tahun berturut-turut (2023 dan 2024), sekolah mengalami dua kondisi ekstrem yang berbeda: satu dengan dana besar untuk sedikit siswa, dan satunya lagi dengan dana kecil untuk banyak siswa? Lalu, tiba-tiba di tahun 2025 meledak tanpa preseden. Ini adalah pola yang mencurigakan dan hanya bisa dijelaskan dengan audit forensik yang mendalam.”
Desakan untuk Tindakan Nyata Aparat
LSM mendesak Kejaksaan Tinggi Maluku dan Polda Maluku untuk tidak lagi melihat ini sebagai laporan biasa.
Update Terkini: Hingga saat ini, pihak SMA Negeri 8 Gorom Timur belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi atas temuan data yang spesifik ini. Tekanan publik kini beralih kepada efektivitas dan keseriusan aparat penegak hukum dalam merespons temuan yang didukung oleh data kuantitatif yang kuat.
