Post Ambon.com – Perdebatan soal besaran gaji anggota DPRD yang ramai diperbincangkan publik belakangan ini ternyata ikut menarik perhatian legislator di Senayan. Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, menilai isu tersebut tidak seharusnya dipandang sebatas angka.
Saat ditemui usai menghadiri kegiatan KAMMI Ambon di Hotel Grand Avira, Sabtu (23/8/2025), Saadiah menegaskan bahwa sorotan terhadap gaji hanyalah permukaan. Menurutnya, hal yang jauh lebih penting adalah sejauh mana wakil rakyat benar-benar hadir dan memberikan solusi atas problem masyarakat.
“Nominalnya semua orang sudah lihat di media. Tapi yang seharusnya jadi tolok ukur adalah apakah kami bisa menjawab kebutuhan dan persoalan publik. DPR itu bukan sekadar soal gaji, melainkan tanggung jawab menghadirkan solusi,” ucapnya tegas.
Politisi perempuan asal Maluku tersebut menambahkan, masyarakat lebih sering menilai kinerja anggota dewan dari kehadiran dan komitmen mereka, bukan dari slip gaji bulanan. “Wakil rakyat dituntut turun ke lapangan, mendengar langsung, dan bekerja serius. Terlebih di tengah kondisi ekonomi yang berat seperti sekarang, masyarakat menunggu peran nyata DPR,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan, fasilitas serta hak anggota dewan memang sudah diatur undang-undang. Namun, hal itu tidak boleh menutupi esensi utama: kerja politik untuk kepentingan rakyat. “Publik tidak cukup diberi data soal gaji. Mereka menunggu langkah konkret, kebijakan yang membela, dan keseriusan memperjuangkan suara rakyat,” katanya.
Bagi Saadiah, harapan ke depan jelas: wakil rakyat tidak lagi diukur dari besar kecilnya gaji, melainkan dari komitmen dan kinerja nyata dalam memperjuangkan aspirasi di parlemen.