POST AMBON – Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Mohammad Djumpa, menekankan perlunya reorientasi kebijakan pendidikan daerah agar tidak semata berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan dimensi spiritual peserta didik.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan penggalangan dana pembangunan musholla di SMP Negeri 2 Dobo, Selasa (24/2/2026). Menurut Djumpa, penyediaan fasilitas ibadah di lingkungan sekolah merupakan bagian dari investasi sosial jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
“Sekolah harus dilihat sebagai ruang strategis pembentukan kepribadian dan nilai. Infrastruktur seperti musholla bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi instrumen kebijakan pendidikan karakter yang konkret,” ujar Djumpa.
Ia menilai pendidikan karakter selama ini sering berhenti pada tataran kurikulum dan slogan. Tanpa dukungan ekosistem fisik dan budaya sekolah, nilai-nilai etika, disiplin, dan spiritualitas sulit diinternalisasi secara berkelanjutan oleh siswa. Kehadiran musholla di sekolah dinilai dapat memperkuat praktik pembinaan mental, pembelajaran nilai religius, serta penguatan budaya sekolah yang inklusif dan bermakna.
Kepala SMP Negeri 2 Dobo dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan musholla bukan hanya kebutuhan simbolik, tetapi kebutuhan pedagogis. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan disiplin ibadah, serta pusat kegiatan keagamaan yang terstruktur bagi siswa.
Rangkaian kegiatan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah Ramadan yang menekankan kepedulian sosial dan solidaritas komunitas sekolah. Panitia pembangunan musholla memaparkan rencana teknis dan estimasi anggaran sebagai bagian dari prinsip akuntabilitas publik, sekaligus mengundang partisipasi masyarakat, pemangku kepentingan pendidikan, dan dunia usaha.
Secara kebijakan, inisiatif pembangunan musholla ini sejalan dengan agenda nasional penguatan pendidikan karakter dan pendekatan pendidikan holistik yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam konteks daerah kepulauan seperti Aru, pendekatan tersebut dinilai strategis untuk membangun ketahanan sosial, kohesi komunitas, dan etika publik generasi muda.
Acara tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Aru HM Hanafi RumahTiga, Ketua LPTQ Kabupaten Kepulauan Aru Armand Walay, Ketua DPD PKS Kabupaten Kepulauan Aru Ahmad Kabir Prakon, Kepala MTs Basuki Rahmat Dobo Sudin Goulap, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Aru Wibowo, guru, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Kegiatan berlangsung tertib dan lancar, mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan sarana pendidikan yang tidak hanya fungsional secara fisik, tetapi juga strategis secara sosial dan kultural.
