Oktober 19, 2026
WhatsApp Image 2026-10-05 at 13.37.40

KEPULAUAN ARU — Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, mengajak masyarakat adat menjadikan Pra Musyawarah Masyarakat Adat Aru sebagai ruang bersama untuk mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan nilai-nilai adat.

Menurut Kaidel, forum tersebut memiliki arti penting karena tidak hanya berkaitan dengan proses musyawarah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun kesepahaman di tengah keberagaman masyarakat adat yang tersebar di wilayah Kepulauan Aru.

Ia menilai lembaga adat memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Selain berperan dalam mempertahankan identitas dan tradisi lokal, keberadaan lembaga adat juga dapat menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

Kaidel berharap proses musyawarah berjalan secara terbuka dan memberikan kesempatan kepada seluruh pihak untuk menyampaikan pandangan. Perbedaan pendapat, menurutnya, merupakan bagian dari proses demokratis yang perlu disikapi dengan tetap mengedepankan penghormatan terhadap nilai dan norma adat.

Ia juga mengingatkan para peserta agar keputusan yang dihasilkan tidak hanya mewakili kepentingan tertentu. Kepentingan masyarakat secara luas perlu ditempatkan sebagai dasar dalam setiap pembahasan sehingga hasil musyawarah dapat diterima bersama.

“Yang terpenting adalah bagaimana forum ini mampu melahirkan keputusan melalui kebersamaan dan mencerminkan aspirasi masyarakat adat,” ujar Kaidel.

Bupati berharap hasil Pra Musyawarah Masyarakat Adat Aru nantinya dapat memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat persaudaraan di antara komunitas adat.

Ia pun mengajak seluruh peserta menjadikan forum tersebut sebagai momentum untuk menjaga warisan budaya dan membangun kesepahaman bersama demi masa depan Kepulauan Aru.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Verified by MonsterInsights