Agustus 18, 2026
1623be28-6cfa-41f5-a805-a8dfa28e2561

Ajudan Gubernur Maluku dari Tim Intel Korem 151/Binaiya, Sertu R. Ilaraimu,

 

POST AMBON — Ajudan Gubernur Maluku dari Tim Intel Korem 151/Binaiya, Sertu R. Ilaraimu, angkat bicara terkait video yang viral dan memicu sorotan publik setelah dirinya terdengar mengucapkan kata “monyet” saat mengamankan Gubernur Maluku di Lapangan Merdeka, Ambon.

Dalam klarifikasinya pada Senin malam (17/8/2026), Ilaraimu mengakui ucapan tersebut keluar secara spontan dalam situasi pengamanan. Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk menghina, merendahkan, apalagi memicu bentrokan dengan mahasiswa maupun masyarakat adat.

“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kata-kata yang saya sampaikan. Tidak ada tujuan saya untuk merendahkan. Saya datang ke sini untuk berdamai, bukan mencari masalah,” ujar Ilaraimu.

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi setelah Gubernur Maluku selesai menjalani wawancara dengan wartawan di Lapangan Merdeka. Saat itu, sekelompok pemuda disebut mendekati area panggung dengan membawa spanduk dan sepotong bambu.

Menurut Ilaraimu, pihak pengamanan belum mengetahui isi spanduk maupun tujuan membawa bambu tersebut. Kondisi itu membuat petugas harus memastikan situasi tetap terkendali dan tidak menimbulkan ancaman terhadap gubernur.

“Tiba-tiba muncul sekelompok pemuda. Kami tidak tahu asalnya dari mana. Membawa spanduk di kertas manila, kami belum sempat baca isinya. Ada juga laki-laki satu bawa sepotong bambu, isinya kami belum tahu,” katanya.

Sebagai bagian dari tim pengamanan, Ilaraimu mengatakan dirinya kemudian meminta kelompok tersebut tidak menerobos ke area panggung. Ia mengaku menawarkan untuk memfasilitasi pertemuan dengan gubernur di kantor.

“Saya sampaikan adik-adik, bukan tempatnya di sini. Saya akan fasilitasi ketemu di kantor. Tapi mereka tetap mau menerobos untuk ketemu di panggung,” ujarnya.

Akui Khilaf, Tegaskan Bukan untuk Menghina

Terkait ucapan “monyet” yang kemudian terekam dalam video dan beredar luas, Ilaraimu menyebut dirinya khilaf dan mengakui ucapan tersebut muncul dalam situasi spontan ketika menjalankan tugas pengamanan.

“Sebagai manusia biasa saya tidak punya niat untuk bentrok dengan saudara mahasiswa. Tidak ada. Ini semata-mata untuk melaksanakan tugas,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal mahasiswa yang berada dalam video tersebut. Karena itu, ia meminta persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik personal maupun dipelintir di luar konteks kejadian.

“Saya belum tahu siapa namanya karena tidak kenal. Itu hak mereka untuk berproses. Yang jelas saya datang ke sini untuk berdamai. Mari kita tangkap dengan kepala dingin. Jangan dipelintir lagi,” katanya.

Klarifikasi tersebut sekaligus menjadi permintaan maaf terbuka Ilaraimu atas ucapan yang menuai reaksi publik. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak mahasiswa atau kelompok yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Dengan demikian, persoalan ini masih menyisakan dua sisi yang perlu didengar secara berimbang: klarifikasi dari pihak pengamanan serta respons dari kelompok mahasiswa yang berada dalam video.

Editor’s note: Berita ini disusun berdasarkan pernyataan Sertu R. Ilaraimu. Tuduhan, maksud, atau perspektif dari pihak mahasiswa belum dapat dipastikan karena belum terdapat tanggapan resmi dari pihak tersebut.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Verified by MonsterInsights