Agustus 12, 2026
bd88c3c1-713a-4246-85e2-709d04ef8582

Negeri Lahema Kabupaten Seram Bagian Timur kembali dilanda kekeringan. Krisis air bersih

 

POST AMBON — SERAM BAGIAN TIMUR.
Krisis air bersih kembali menghantam masyarakat Negeri Lahema, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku. Persoalan yang sejatinya menyangkut kebutuhan paling mendasar manusia itu disebut bukan baru terjadi hari ini. Namun hingga kini, warga mengaku belum melihat solusi konkret dan berkelanjutan dari pemerintah.Pantauan MEDIA POST AMBON, menipisnya sumber air di Negeri Lahema mulai mengganggu berbagai aktivitas masyarakat. Kebutuhan sehari-hari seperti air untuk minum, memasak hingga kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK) menjadi persoalan yang harus dihadapi warga. Rabu (12/8/26)Negeri Lahema Kabupaten Seram Bagian Timur kembali dilanda kekeringan. Krisis air bersihos

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius: sampai kapan masyarakat Negeri Lahema harus bertahan dalam krisis air bersih?

Air bersih bukan sekadar fasilitas tambahan. Ia merupakan kebutuhan dasar yang menentukan keberlangsungan hidup masyarakat. Ketika sumber air mulai menipis, yang terdampak bukan hanya aktivitas rumah tangga, tetapi juga kualitas kehidupan warga secara keseluruhan.

WARGA: JANGAN DATANG HANYA SAAT MOMENTUM POLITIK

Kekecewaan warga terhadap pemerintah semakin menguat. Masyarakat menilai persoalan air bersih seharusnya mendapatkan perhatian serius dan tidak boleh baru dilihat ketika memasuki momentum politik.

“Masyarakat Negeri Lahema butuh air bersih demi kehidupan berkelanjutan, bukan membutuhkan janji dan tebar pesona di panggung politik ketika waktunya tiba,” tegas warga.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran keresahan masyarakat yang merasa kebutuhan dasar mereka belum mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya.

Warga tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya berharap pemerintah hadir menyelesaikan persoalan yang menyangkut kebutuhan paling fundamental dalam kehidupan sehari-hari.

SERUAN KERAS UNTUK PEMKAB SBT DAN PEMPROV MALUKU

Kondisi ini juga memunculkan seruan keras kepada Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur dan Pemerintah Provinsi Maluku agar tidak menutup mata terhadap kondisi masyarakat Negeri Lahema.

“Wahai pemangku jabatan di Pemerintahan Kabupaten Seram Bagian Timur dan Provinsi Maluku… Pantaskah engkau melihat rakyatmu dilanda kekeringan air bersih saat ini? Masyarakat sedang menunggu keterlibatan pemerintah dalam hal ini, pengadaan air bersih,” ujar warga.

Seruan tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat tidak sekadar membutuhkan perhatian dalam bentuk pernyataan atau janji, melainkan tindakan nyata di lapangan.

KRISIS YANG TERUS BERULANG, SOLUSI KAPAN DATANG?

Yang menjadi sorotan bukan semata-mata persoalan kekeringan, tetapi bagaimana pemerintah merespons kondisi tersebut.

Jika krisis air bersih terus berulang, maka dibutuhkan langkah yang tidak berhenti pada penanganan sementara. Pemerintah daerah dan pemerintah provinsi dituntut memikirkan solusi yang mampu menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Hingga berita ini diturunkan, berdasarkan informasi yang diterima MEDIA POST AMBON, belum terdapat langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur maupun Pemerintah Provinsi Maluku yang disebut telah menyelesaikan persoalan krisis air bersih di Negeri Lahema.

Karena itu, warga mendesak pemerintah segera turun tangan dan mengambil langkah nyata.

Sebab bagi masyarakat Negeri Lahema, air bersih bukan kemewahan. Air adalah kebutuhan dasar. Dan ketika kebutuhan dasar itu sulit diperoleh, maka pemerintah tidak cukup hanya hadir melalui janji—tetapi harus hadir melalui tindakan.

MEDIA POST AMBON akan terus memantau persoalan ini dan menunggu langkah nyata pemerintah dalam menjawab keresahan masyarakat Negeri Lahema.

Laporan: MEDIA POST AMBON

“`

About The Author

Tinggalkan Balasan

Verified by MonsterInsights