BODEWIN WATTIMENA
PostAmbon – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menekankan urgensi penguatan karakter bangsa serta revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai basis utama dalam menjaga persatuan masyarakat. Hal itu disampaikan dalam sebuah seminar yang digelar di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Kamis (12/2/2026).
Menurut Bodewin, forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat fondasi karakter masyarakat, khususnya dalam menghadapi dinamika global menuju visi Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa keberagaman di Maluku, terutama di Kota Ambon, seharusnya dipandang sebagai modal sosial yang memperkuat kehidupan berbangsa.
Ia menyampaikan bahwa perbedaan bukan faktor pemecah, melainkan energi pemersatu yang berakar pada nilai-nilai kehidupan dan persaudaraan yang telah lama hidup dalam masyarakat Maluku.
Lebih lanjut, Bodewin menekankan perlunya mengaktualisasikan nilai sejarah dalam praktik sosial sehari-hari. Semangat persaudaraan lokal, kata dia, tidak cukup dipahami sebagai narasi historis, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata untuk mencegah munculnya polarisasi, eksklusivisme, dan segregasi sosial.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi yang holistik, tidak hanya terbatas pada aspek intelektual, tetapi mencakup pemahaman yang mendorong terciptanya perdamaian, keadilan, dan kasih sayang. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak untuk mengedepankan dialog sebagai pendekatan utama dalam menyelesaikan persoalan.
“Menjaga Ambon bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi kewajiban kolektif seluruh warga untuk memastikan masa depan kota ini dibangun atas dasar dialog dan persaudaraan,” tegasnya.
Seminar tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan yang menyatakan komitmen untuk terus berkolaborasi dalam menjaga stabilitas sosial dan harmoni di Kota Ambon serta wilayah Maluku secara umum.
